Powered By Blogger

Jumat, 26 Maret 2010

Pemilihan Media Pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Media pembelajaran itu pada umumnya adalah merupakan suatu alat Bantu. Dan sering ditemmukan semacam kebingungan atau kerancuan dalam penggunaan istilah pendidikan dan pengajaran. Ada orang berpendapat bahwa pendidikan tidak sama dengan pengajaran dan ada juga yang berpendapat pendidikan lebih luas dari pengajaran. Ada juga yang mengatakan pendidikan adalah suatu usaha pengembangan aspek rohani manusia sedangkan pengajaran aspek jasmani dan akal saja. Setelah penulis menelaah berbagai media (buku sumber) terdapat beberapa penelitian media pengajaran diantaranya:
a. Pengajaran : Hanyalah salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh pendidikan dalam mendidik anak didiknya. Disekolah – sekolah sekarang, tak pelak lagi, usaha pengajaran inilah yang semakin menonjol dan ditonjolkan, disertai semakin sedikitnya usaha – usaha lain. Bila usaha – usaha selain pengajaran amat kurang dilakukan di sekolah, kiranya dapat diduga hasil pendidikan tidak akan sempurna, yang mana artinya pendidikan tidak akan berhasil dalam mengembangkan anak didik secara utuh dan maksimal
b. Pengajaran : Yakni merupakan suatu benda, alat. Metoda untuk membantu meningkatkan efektifitas seorang guru dengan siswa dalam suatu proses belajar mengajar.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana Memilih Media Pembelajaran ?
2. Mengapa Perlu Pemilihan Media ?
3. Kriteria Pemilihan Media ?
4. Apa Prinsip-prinsip Pemanfaatan Media ?
5. Apa yang Menjadi Prosedur pemilihan Media pembelajaran ?

C. TUJUAN MASALAH
1. Untuk mengetahui Bagaimana Memilih Media Pembelajaran.
2. Untuk mengetahui Perlunya Pemilihan Media.
3. Untuk mengetahui kriteria Pemilihan Media.
4. Untuk mengetahui prinsip-prinsip pemilihan media pembajaran.
5. Untuk mengetahui prosedur pemilihan media pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pemilihan Media Pembelajaran
Anda tentu telah mengenal beberapa jenis media yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Setiap jenis media pasti punya kelebihan dan kelemahan. Pemahanan masing-masing karakteristik media , akan membantu Anda dalam pemilihan jenis media yang paling tepat untuk kegiatan pembelajaran. Sebelum kita gunakan, media harus kita pilih secara cermat. Memilih media yang terbaik untuk tujuan pembelajaran bukanlah pekerjaan yang mudah. Pemilihan itu rumit dan sulit, karena harus mempertimbangkan berbagai faktor.
Anderson (1976) mengemukakan adanya dua pendekatan/ model dalam proses pemilihan media pembelajan, yaitu: model pemilihan tertutup dan model pemilihan terbuka.
Pemilihan tertutup terjadi apabila alternatif media telah ditentukan “dari atas” (misalnya oleh Dinas Pendidikan), sehingga mau tidak mau jenis media itulah yang harus dipakai. Kalau toh kita memilih, maka yang kita lakukan lebih banyak ke arah pemilihan topik/ pokok bahasan mana yang cocok untuk dimediakan pada jenis media tertentu. Misalnya saja, telah ditetapkan bahwa media yang digunakan adalah media audio. Dalam situasi demikian, bukanlah mempertanyakan mengapa media audio yang digunakan, dan bukan media lain? Jadi yang harus kita lakukan adalah memilih topik-topik apa saja yang tepat untuk disajikan melalui media audio. Untuk model pemilihan terbuka, lebih rumit lagi.
Model pemilihan terbuka merupakan kebalikan dari pemilihan tertutup. Artinya, kita masih bebas memilih jenis media apa saja yang sesuai dengan kebutuhan kita. Alternatif media masih terbuka luas. Proses pemilihan terbuka lebih luwes sifatnya karena benar-benar kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ada. Namun proses pemilihan terbuka ini menuntut kemampuan dan keterampilan guru untuk melakukan proses pemilihan. Seorang guru kadang bisa melakukan pemilihan media dengan mengkombinasikan antara pemilihan terbuka dengan pemilihan tertutup.
B. Mengapa Perlu Pemilihan Media?
Media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Sebagai komponen, media hendaknya merupakan bagian integral dan harus sesuai dengan proses pembelajaran secara menyeluruh. Ujung akhir dari pemilihan media adalah penggunaaan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran, sehingga memungkinkan siswa dapat berinteraksi dengan media yang kita pilih.
Apabila kita telah menentukan alternatif media yang akan kita gunakan dalam pembelajaran, maka pertanyaan berikutnya sudah tersediakah media tersebut di sekolah atau di pasaran ? Jika tersedia, maka kita tinggal meminjam atau membelinya saja. Itupun jika media yang ada memang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah kita rencanakan, dan terjangkau harganya. Jika media yang kita butuhkan ternyata belum tersedia, mau tak mau kita harus membuat sendiri program media sesuai keperluan tersebut.
Jadi, pemilihan media itu perlu kita lakukan agar kita dapat menentukan media yang terbaik, tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasaran didik. Untuk itu, pemilihan jenis media harus dilakukan dengan prosedur yang benar, karena begitu banyak jenis media dengan berbagai kelebihan dan kelemahan masing-masing.
C. Kriteria Pemilihan Media
Memilih media hendaknya tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan didasarkan atas kriteria tertentu. Kesalahan pada saat pemilihan, baik pemilihan jenis media maupun pemilihan topik yang dimediakan, akan membawa akibat panjang yang tidak kita inginkan di kemudian hari. Banyak pertanyaan yang harus kita jawab sebelum kita menentukan pilihan media tertentu. Secara umum, kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran diuraikan sebagai berikut.
1) Tujuan
Apa tujuan pembelajaran (TPU dan TPK ) atau kompetensi yang ingin dicapai? Apakah tujuan itu masuk kawasan kognitif, afektif , psikhomotor atau kombinasinya? Jenis rangsangan indera apa yang ditekankan: apakah penglihatan, pendengaran, atau kombinasinya? Jika visual, apakah perlu gerakan atau cukup visual diam? Jawaban atas pertanyaan itu akan mengarahkan kita pada jenis media tertentu, apakah media realia, audio, visual diam, visual gerak, audio visual gerak dan seterusnya.
2) Sasaran didik
Siapakah sasaran didik yang akan menggunakan media? bagaimana karakteristik mereka, berapa jumlahnya, bagaimana latar belakang sosialnya, apakah ada yang berkelainan, bagaimana motivasi dan minat belajarnya? dan seterusnya. Apabila kita mengabaikan kriteria ini, maka media yang kita pilih atau kita buat tentu tak akan banyak gunanya. Mengapa? Karena pada akhirnya sasaran inilah yang akan mengambil manfaat dari media pilihan kita itu. Oleh karena itu, media harus sesuai benar dengan kondisi mereka.
3) Karateristik media yang bersangkutan
Bagaimana karakteristik media tersebut? Apa kelebihan dan kelemahannya, sesuaikah media yang akan kita pilih itu dengan tujuan yang akan dicapai? Kita tidak akan dapat memilih media dengan baik jika kita tidak mengenal dengan baik karakteristik masing-masing media. Karena kegiatan memilih pada dasarnya adalah kegiatan membandingkan satu sama lain, mana yang lebih baik dan lebih sesuai dibanding yang lain. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis media tertentu, pahami dengan baik bagaimana karaktristik media tersebut.
4) Waktu
Yang dimaksud waktu di sini adalah berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengadakan atau membuat media yang akan kita pilih, serta berapa lama waktu yang tersedia / yang kita memiliki, cukupkah ? Pertanyaan lain adalah, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyajikan media tersebut dan berapa lama alokasi waktu yang tersedia dalam proses pembelajaran ? Tak ada gunanya kita memilih media yang baik, tetapi kita tidak cukup waktu untuk mengadakannya. Jangan sampai pula terjadi, media yang telah kita buat dengan menyita banyak waktu, tetapi pada saat digunakan dalam pembelajran ternyata kita kekurangan waktu.
5) Biaya
Faktor biaya juga merupakan pertanyaan penentu dalam memilih media. Bukankah penggunaan media pada dasarnya dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Apalah artinya kita menggunakan media, jika akibatnya justru pemborosan. Oleh sebab itu, faktor biaya menjadi kriteria yang harus kita pertimbangkan. Berapa biaya yang kita perlukan untuk membuat, membeli atau meyewa media tersebut? Bisakah kita mengusahakan beaya tersebut/ apakah besarnya biaya seimbang dengan tujuan belajar yang hendak dicapai? Tidak mungkinkan tujuan belajar itu tetap dapat dicapai tanpa menggunakan media itu, adakah alternatif media lain yang lebih murah namun tetap dapat mencapai tujuan belajar? Media yang mahal, belum tentu lebih efektif untuk mencapai tujuan belajar, dibanding media sederhana yang murah.
6) Ketersediaan
Kemudahan dalam memperoleh media juga menjadi pertimbangan kita. Adakah media yang kita butuhkan itu di sekitar kita, di sekolah atau di pasaran ? Kalau kita harus membuatnya sendiri, adakah kemampuan, waktu tenaga dan sarana untuk membuatnya? Kalau semua itu ada, petanyaan berikutnya tersediakah sarana yang diperlukan untuk menyajikannya di kelas? Misalnya, untuk menjelaskan tentang proses tejadinya gerhana matahari memang akan lebih efektif jika disajikan melalui media video. Namun karena di sekolah tidak ada aliran listrik atau tidak punya video player, maka sudah cukup bila digunakan alat peraga gerhana matahari.
7) Konteks penggunaan
Konteks penggunaan maksudnya adalah dalam kondisi dan strategi bagaimana media tersebut akan digunakan. Misalnya: apakah untuk belajar individual, kelompok kecil, kelompok besar atau masal ? Dalam hal ini kita perlu merencanakan strategi pembelajaran secara keseluruhan yang akan kita gunakan dalam proses pembelajaran, sehingga tergambar kapan dan bagaimana konteks penggunaaan media tersebut dalam pembelajaran.
Kriteria ini terutama untuk memilih/membeli media siap pakai yang telah ada, misalnya program audio, video, garafis atau media cetak lain. Bagaimana mutu teknis media tersebut, apakah visualnya jelas, menarik dan cocok ? Apakah suaranya jelas dan enak didengar ? Jangan sampai hanya karena keinginan kita untuk menggunakan media saja, lantas media yang kurang bermutu kita paksakan penggunaannya. Perlu diinggat bahwa jika program media itu hanya menjajikan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan oleh guru dengan lebih baik, maka media itu tidak perlu lagi kita gunakan.
D. Prinsip-prinsip Pemanfaatan Media
Setelah kita menentukan pilihan media yang akan kita gunakan, maka pada akhirnya kita dituntut untuk dapat memanfaatkanya dalam proses pembelajaran. Media yang baik, belum tentu menjamin keberhasilan belajar siswa jika kita tidak dapat menggunakannya dengan baik. Untuk itu, media yang telah kita pilih dengan tepat harus dapat kita manfaatkan dengan sebaik mungkin sesuai prinsip-prinsip pemanfaatan media.
Ada beberapa prinsip umum yang perlu kita perhatikan dalam pemanfaatan media pembelajaran, yaitu :
a. Setiap jenis media, memiliki kelebihan dan kelemahan. Tidak ada satu jenis media yang cocok untuk semua segala macam proses belajar dan dapat mencapai semua tujuan belajar. Ibaratnya, tak ada satu jenis obat yang manjur untuk semua jenis penyakit.
b. Penggunaan beberapa macam media secara bervariasi memang perlu. Namun harap diingat, bahwa penggunaan media yang terlalu banyak sekaligus dalam suatu kegiatan pembelajaran, justru akan membingungkan siswa dan tidak akan memperjelas pelajaran. Oleh karena itu, gunakan media seperlunya, jangan berlebihan.
c. Penggunaan media harus dapat memperlakukan siswa secara aktif. Lebih baik menggunakan media yang sederhana yang dapat mengaktifkan seluruh siswa daripada media canggih namun justru membuat siswa kita terheran-heran pasif.
d. Sebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam penyusunan rencana pelajaran. Tentukan bagian materi mana saja yang akan kita sajikan dengan bantuan media. Rencanakan bagaimana strategi dan teknik penggunaannya.
e. Hindari penggunaan media yang hanya dimaksudkan sebagai selingan atau sekedar pengisi waktu kosong saja. Jika siswa sadar bahwa media yang digunakan hanya untuk mengisi waktu kosong, maka kesan ini akan selalu muncul setip kali guru menggunakan media. Penggunaaan media yang sembarangan, asal-asalan, “daripada tidak dipakai”, akan membawa akibat negatif yang lebih buruk daripada tidak memakainya sama sekali.
f. Harus senantiasa dilakukan persiapan yang cukup sebelum penggunaaan media. Kurangnya persiapan bukan saja membuat proses kegiatan belajar mengajar tidak efektif dan efisien, tetapi justru mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Hal ini terutama perlu diperhatikan ketika kita akan menggunakan media elektronik.
E. Prosedur pemilihan Media pembelajaran
Untuk jenis media rancangan (by design), beberapa macam cara telah dikembangkan untuk memilih media. Dalam proses pemilihan ini, Anderson (1976) mengemukakan prosedur pemilihan media menggunakan pendekatan flowchart (diagram alur). Dalam proses tersebut ia mengemukan beberapa langkah dalam pemilihan dan penentuan jenis penentuan media, yaitu :
1. Menentukan apakah pesan yang akan kita sampaikan melalui media termasuk pesan pembelajaran atau hanya sekedar informasi umum / hiburan. Jika hanya sekedar informasi umum akan diabaikan karena prosedur yang dikembangkan khusus untuk pemilihan media yang bersifat / untuk keperluan pembelajaran.
2. Menentukan apakah media itu dirancang untuk keperluan pembelajaran atau hanya sekedar alat bantu mengajar bagi guru (alat peraga). Jika sekedar alat peraga, proses juga dihentikan ( diabaikan).
3. Menentukan apakah tujuan pembelajaran lebih bersifat kognitif, afektif atau psikomotor.
4. Menentukan jenis media yang sesuai untuk jenis tujuan yang akan dicapai, dengan mempertimbangkan kriteria lain seperti kebijakan, fasilitas yang tersedia, kemampuan produksi dan beaya.
5. Mereview kembali jenis media yang telah dipilih, apakah sudah tepat atau masih terdapat kelemahan, atau masih ada alternatif jenis media lain yang lebih tepat.
6. Merencanakan, mengembangkan dan memproduksi media.
Pendekatan lain yang dapat digunakan dalam memilih media adalah pendekatan secara matrik. Salah satu dari pendekatan ini adalah yang dikemukakan oleh Alen. Matrik ini memberikan petunjuk yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih media yang sesuai dengan jenis tujuan pembelajaran tertentu.
Matrik kemampuan setiap jenis media dalam mempengaruhi berbagai jenis belajar
Untuk menggunakan matrik di atas, terlebih dahulu kita mempelajari jenis belajar mana yang akan dipelajari / harus dikuasai siswa, apakah informasi faktual, konsep, keterampilan dan seterusnya. Setelah itu, kita bisa memilih jenis media yang sesuai dengan jenis belajar tersebut. Caranya dengan melihat dalam kolom yang yang berlabel “tinggi “ yang tertera di bawah kolom jenis belajar. Selanjutnya kita lihat secara horizontal ke kolom paling kiri untuk memperoleh petunjuk jenis media mana yang sebaiknya kita pilih. Jika media tersebut ternyata tidak tersedia, atau tidak mungkin disediakan kareana mahal, tidak praktis, atau tidak sesuai dengan kondisi siswa, dengan cara yang samamaka pilihan kita beralih pada jenis media yang berlabel “ “sedang”. Ini berati kita telah memilih jenis media “terbaik kedua”, bukan yang terbaik.
Sekali lagi, pertimbangan utama dalam memilih media adalah keseuaian media tersebut dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa. Jika terdapat beberapa jenis media yang sama-sama baik dan sesuai, maka prioritas kita adalah memilih jenis media yang murah, lebih praktis dan yang telah tersedia di sekitar kita.

DAFTAR PUSTAKA

- http://aristorahadi.wordpress.com/2008/06/02/bagaimana-memilih-media pembelajaran/




Jumat, 19 Maret 2010

Unira Pamekadan Punya Model

Pl. Mandangin Maman




fotoku di Pl.Mandangin Timur. dibawah batu yang besar yang di sebut candi kata bahsa mandangin candin

Jumat, 12 Maret 2010

OwnSkin Preview
download: love animation

bokep artis indonesia aqnes monis

Kamis, 28 Januari 2010

ilmu logika


Ilmu logika
PROPOSISI

Diajukan untuk memenuhi tugas
Mata kuliah "Logika"
Yang dibina oleh Bapak Eko Ari Widodo

Disusun oleh:

Khalifatul Ummah
180 813 322

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PAMEKASAN

JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI TADRIS BAHASA INGGRIS

JANUARI 2010 
KATA PENGANTAR

Al-Hamdulillah, kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Karen berkat rahmat serta hidayah-Nya makalah yang berjudul "PROPOSISI" ini dapat kami selesaikan. Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas ilmu logika yang dibina oleh bapak Eko Ari Widodo, M.Pd.
Judul "Proposisi" sengaja kami pilih sebagai judul dari makalah. Dengan harapan ilmu yang terkandung didalamnya dapat menambah pengetahuan dan dapat memberikan makna yang berarti bagi para pembacanya.
Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang turut membantu atas pembuatan makalah ini. Semoga Allah dapat menerima amal baik yang telah dilakukan.
Jika ada kekurangan dalam makalah ini mohon di maafkan. Kritik dan saran dari semua pihak selalu kami harapkan.
Demikianlah, akhirnya kepada Allah kita kembalikan.


Penulis
 
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan Penulisan 1
BAB II PEMBAHASAN 2
A. Pengertian Proposisi 2
B. Unsur-unsur Proposisi 3
C. Macam-macam Proposisi 3
BAB III PENUTUP 6
A. Kesimpulan 6
B. Saran 6
DAFTAR PUSTAKA 

 
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Logika merupakan ilmu tentang berfikir lurus atau ilmu tentang hakikat berfikir. Logika juga sering disebut dengan filsafat berfikir dan merupakan salah satu dan cabang filsafat yang paling praktis.
Dalam ilmu logika dipelajari hukum-hukum, patokan-patokan dan rumusan berfikir. Demikian juga dengan psikologi. Psikologi juga membiasakan aktivitas berfikir, oleh karena itu kita hendaknya berhati-hati melihat persimpangan dengan logika.
Logika menyilidiki, menyaring dan menilai pemikiran dengan cara serius dan terpelajar serta bertujuan mendapatkan kebenaran terlepas dari segala kepentingan dan keinginan perseorangan. Banyak kesalahan dalam dalam pemikiran dalam pemikiran kita yang dipengaruhi oleh keyakinan dan pola fakir berkelompok . Dan oleh karena itu logika merupakakn suatu langkah berfikir sehat dan praktis. 
Salah satu dalam pembahasan ilmu logika yang menjadi awa dan akhir/ tujuan dari setiap pemikiran adalah proposisi atau keputusan. Proposisi merupakan sekumpulan pernyataan yang di dalamnya mengandung kebenaran atau kesalahan.  
B. Rumusan Masalah
Guna memudahkan dalam mengumpulkan data dan materi : Penulis mencoba Mengidentifikasikan beberapa poin pertanyaan sebagai acuan pencarian data.Adapun Identifikasi masalah yang penulis buat antara lain :
1. Apa pengertian Proposisi?
2. Unsur-unsur apa yang terkandung dalam proposisi?
3. Ada berapa macam-macam proposisi?
C. Tujuan penulisan 
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain yaitu :
1. Mengetahui pengertian proposisi atau keputusan.
2. Mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam proposisi
3. Mengetahui macam-macam proposisi.
 
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian proposisi
Kata Proposisi berasal dari kata To Propose yang artinya mengemukakan, mengusukan dan menyampaikan, kata ini lebih sederahana dari keputusan atau putusan. Proposisi juga diaratikan sekumpulan pernyataan yang didalamnya mengandung kebenaran atau kesalahan.
Jadi proposisi merupakan unit terkecil dari sebuah kalimat yang mengandung makna yang orang lain dapat mengerti tergantung dari orang yang menuturnya.
Jelasnya propsosisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat di nilai benar dan salahnya, dan merupakan unit terkacil-terkecil dari pemikiran yang mengandung maksud sempurna.
Jika kita menganalisa suatu pemikiran dalam sebuah buku, kemudian khusus lagi dalam bebnya, kemudian dalam perngkap buku tersebut dan akhirnya pada unit yang terdapat dibagi, maka unit yang terdapat dibagi itu disebut dengan proposisi. 
Sedangkan keputusan berasal dari kata Judgement dan To Judge yang mempunyai arti menilai, mengdili, menambang dan mengukur. Keputusan bisa juga disebut pendapat atau pernyataan. Bahasa Inggrisnya Proposition dan Bahasa Arabnya disebut قضية Jadi yang dimaksud atau pendapat atau pernyataan atau قضية adalah tindakan manusia dengan pikirannya, menghubung-hubungkan pengertian satu dengan yang lainnya, sehingga menjadi suatu kalimat yang sempurna dan telah memiliki ketetapan hukum, artinya didalamnya ada pengakuan pengingkaran dan mengandung benar atau salah.
Dalam ilmu mantiq pengertian keputusan Atau قضية itu adalah
قَوْلٌ مُفِيْدٌ الَّذِي يَحْتَمِلُ الصِّدْقَ وَالْكِذْبَ لِذَتِهِ
Artinya : " suatu pengertian yang berfaidah, yang mengandung kemungkinan benar atau salah, dengan melihat perkataan itu sendiri " (artinya tidak melihat dari siapa yang mengatakan)
Jelasnya yang kita maksud dengan keputusan tersebut adalah berupa kalimat sempurna (جميلة مفيدة) yang tersusun lengkap dengan susunan subjek dan predikat. 

B. Unsur-Unsur Proposisi
Berdasarkan berbagai macam pengertin proposisi atau keputusan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Proposisi atau keputusan mengandung tiga unsur preodik. Unsur pokok tersebut adalah : 
1) Subjek atau موضوع (yang di beri keterangan)
2) Preodik atau محمول(yang menerangkan)
3) Kata Penghubung atau الربطة (pernyataan yang mengakui atau mengingkari adanya hubungan antara subjek dengan predikat yang dalam bahasa indonesianya disebut Copula).
Dari ketiga unsur tersebut, maka kata penghubunglah yang terpenting, sebab kata penghubung tersebut merupakan bentuk (from)nya suatu proposisi atau keputusan. Sedangkan subjek dan predikatnya materi keputusan. 

C. Macam-Macam Prposisi
1. Proposisi di lihat dari segi hubungan subjek dan Predikatnya, maka proposisi di bedakan menjadi : Proposisi katagori, Proposisi hipoteti, Proposisi disjungtif. 
a. Proposisi Disjungtif
Proposisi yang mengandung pernyataan tanpa adanya syarat.
Contoh : 
 Hasan sedang sakit.
 Anak-anak yang tinggal diasrama adalah Mahasiswa
b. Proposisi Hipotetis
Jika proposisi kategoris menyatakan suatu kebenaran tanpa syarat, maka pada proposisi hipotetis kebenaran yang dinyatakan justru digantungkan pada syarat tertentu.
Contoh : 
 Bila Hasan rajin ia akan naik kelas
 Bila hujan, saya naik bacak
c. Proposisi Disjungtif
Proposisi Disjungtif pada hakikatnya terdiri dari dua proposisi kategoris. Dalam proposisi disjungtif kopola menghubungkan dua buah alternatif.
Proposisi disjungtif mempunyai dua bentuk yaitu :
1. Proposisi Disjungtif sempurna
Proposisi ini mempunyai alternatif kontradiktif. Rumus A mungkin B mungkin C
2. Proposisi Disjungtif tidak sempurna
Proposisi ini alternatifnya tidak berbentuk konduktifnya. Rumus A mungkin B mingkin C
Contoh proposisi disjungtif tidak sempurna:
 Fatimah berbahasa arab atau non arab
 Gajah mungkin masih hidup atau sudah mati (non hidup)
Contoh Proposisi Disjungtif tidak sempurna
 Ana barbaju putih atau berbaju hitam
 Andi di toko atau di sekolah
2. Proposisi dilihat dari segi bahannya.
Jika dilihat dari segi bahannya, proposisi atau keputusan itu dapat dibedakan menjadi keputusan atau proposisi analitik dan proposisi sintetik.
a. Proposisi atau keputusan analitik
Proposisi analitik adalah proposisi dimana predikatnya merupakan keharusan bagi subjeknya.
Contoh: Lina adalah manusia
Manusia (P) bukan merupakan keharusan bagi Lina (S), sebab tidak mungkin Lina itu bukan manusia.
 
b. Proposisi atau keputusan Sintetik 
Proposisi atau keputusan sintetik adalah proposisi atau keputusan dimana predikatnya bukan merupakan keharusan bagi subyeknya.
Contoh: Budi itu pandai
Pandai (P) bukan merupakan keharusan bagi budi (S). Dia boleh jadi pandai, dan boleh jadi bodoh.
3. Proposisi atau keputusan di lihat dari kuantitasnya.
Jika dilihat dari kuantitasnya, proposisi atau keputusan dibedakan menjadi proposisi atau keputusan universal, proposisi atau keputusan particular dan proposisi atau keputusan Singular.
a. Proposisi atau Keputusan Universal
Proposisi universal adalah proposisi dimana predikat menerangkan (mengakui atau mengingkari) seluruh luas subyek, atau dengan kata mencakup seluruh luas subyeknya.
Contoh: Semua manusia akan mati
Biasanya keputusan universal ini, dinyatakan dengan kata-kata: semua, segala, seluruhnya, tak seorangpun dan lain sebagainya.
b. Proposisi atau Keputusan Particular 
Proposisi atau Keputusan Particular adalah keputusan dimana predikat menerangkan (mengakui atau mengingkari) sebagian saja dari luas subjeknya atau dengan kata lain mencakup sebagian saja dari luas subyeknya, baik sebagian kecil atau sebagian besar.
Contoh: Beberapa orang akan mati
Biasanya keputusan particular ini dinyatakna dengan kata-kata sebagian, beberapa, kebanyakan, dan lain sebagainya
c. Proposisi atau Keputusan Singular
Proposisi atau keputusan Singular adalah proposisi atau keputusan dimana prediakat menerangkan (mengkui atau mengingkari) satu barang/orang (subjek) tertentu saja. 
 
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Proposisi adalah kesimpulan sekumpulan pernyataan didalamnya mengandung kebenaran atau kesalahan. Proposisi juga merupakan unit terkecil dari sebuah kalimat yang mengandung makna, yang orang lian dapat mengerti tergantung dari cara orang yang menuturnya.
Kesimpulannya proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat di nilai benar dan salahnya, dan merupakan unit terkecil dari pemikiran dari yang mengandung maksud sempurna.
Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam proposisi adalah:
1. Subyek atau yang diberi keterangan
2. Predikat atau yang menerangkan
3. Kata penghunung atau kopula
Dalam hal ini terdapat berbagai macam proposisi, diantaranya:
1. Proposisi dilihat dari hubungan Subjek dan Predikatnya, yaitu:
o Proposisi katagoris
o Proposisi hipotetis
o Proposisi disjungtif
2. Proposisi dilihat dari segi bahannya, yaitu:
o Proposisi analitik
o Proposisi sintetik
3. Proposisi dilihat dari kuantitasnya, yaitu:
o Proposisi atau Keptusan Universal
o Proposisi atau Keputusan Particular
o Prorprsisi atau Keputusan Singular
B. Saran
Dalam pembuatan malakah ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan yang ada dan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu semua kritik dan saran dari pembaca kami butuhkan untuk pembuatan makalah selanjutnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.
 
DAFTAR PUSTAKA

- Mundiri, Drs. Logika, PT. Raja Grafindo Persada; Jakarta. 2006
- Tian Dahri Sunardji, Prof. Dr. H. Langkah-langkah Berpikir Logis, PT. PWU Jawa Timur "Puri"; Surabaya. 2009